puisiku, untuk kamu, dari temanku -Saum
Menggapaimu dalam jemariku adalah ketidak mampuanku
Yang ku sanggup..
hanya menggapaimu dalam rintih doaku.
Tak masalah jika diriku hanya mampu berdiam mengagumimu
sebagai pengagum rahasiamu
sebagai penabur rasa rasa rindu
Entah sampai kapan hati ini lelah merindu
rindu kan waktu kapan dirimu melihat ke arahku
kerap kali aku kesal, kerap kali pula aku benci
benci akan keangkuhanmu yang tak kunjung reda
namun..
benci ku tak mengenal kata lama
hanya sedetik, lalu kagum lagi
Walau mata ini tak pernah disinggah olehmu,
ia tak pernah lelah memandangmu
jarak dekat maupun jauh..
Mungkin kagumku kan dimakan waktu,
Mungkin mataku kan beralih darimu
Tapi percayalah..
rinduku tak pernah lupa tuk selipkan namamu dalam hanyut doaku
Yang ku sanggup..
hanya menggapaimu dalam rintih doaku.
Tak masalah jika diriku hanya mampu berdiam mengagumimu
sebagai pengagum rahasiamu
sebagai penabur rasa rasa rindu
Entah sampai kapan hati ini lelah merindu
rindu kan waktu kapan dirimu melihat ke arahku
kerap kali aku kesal, kerap kali pula aku benci
benci akan keangkuhanmu yang tak kunjung reda
namun..
benci ku tak mengenal kata lama
hanya sedetik, lalu kagum lagi
Walau mata ini tak pernah disinggah olehmu,
ia tak pernah lelah memandangmu
jarak dekat maupun jauh..
Mungkin kagumku kan dimakan waktu,
Mungkin mataku kan beralih darimu
Tapi percayalah..
rinduku tak pernah lupa tuk selipkan namamu dalam hanyut doaku
Moso siiiih
BalasHapus