Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Diam

Aku adalah wanita yang jauh dari kata sempurna. Hanya wanita kecil yang hidup dipenuhi dengan impian-impian sederhana. Impian untuk memilikimu, misalnya. Namun aku sadar, aku hanyalah sebutir pasir diantara ribuan pasir dipantai. Jangankan untuk memilikimu, menaruh hati padamu saja rasanya tak pantas. Kamu terlalu indah untuk didefinisikan. Maha Besar Tuhan menciptakanmu dengan begitu banyak kelebihan. Kau harus bersyukur, indahnya dirimu tidak ada didiri orang lain. Aku yakin, yang mengagumimu bukan hanya satu atau dua perempuan. Bisa saja, sampai ratusan. Aku kagum melihat senyummu. Apalagi senyum itu kau arahkan padaku. Jangan terlalu sering tersenyum aku takut akan makin banyak perempuan yang kagum Karna itu rasanya menyesakkan hatiku Biarkan aku diam memendam perasaan. Bukan aku pengecut, kau tahu, aku hanya wanita yang kodratnya untuk menunggu. Diam-diam aku menyelipkan namamu ditiap bait...

Untuk sahabat

Sahabat, Apakah kau tahu seberapa lama waktu yang kita lewati bersama? Apakah kau tahu seberapa banyak cerita yang kita ukir bersama? Apakah kau ingat, ataukah kau sudah melupakannya? Entahlah, yang pasti aku bahagia bisa mengenalmu. aku bahagia bisa menjadi bagian hidupmu, dan selamanya akan begitu Sahabat, Jujur saja aku rindu kita yang dulu Ketika menyapa terasa mudah dilakukan, Dan ketika percakapan kita penuh dengan candaan. Aku benci kebosanan, dan aku harap kita tidak menjauh karna bosan. Karna aku percaya, persahabatan kita tidak akan lapuk dimakan waktu Sahabat, Aku bahagia melihatmu yang sekarang Kau tampak lebih baik dari pertama kali aku kenal Kau tampak lebih bahagia dari sebelumnya Sungguh aku turut bahagia Apalagi jika bahagiamu karna akulah penyebabnya Sahabat, Kau tahu aku menyayangimu, aku pun tahu kau juga menyayangiku Dulu atau sekarang, tetaplah sama, kau tetap sahabatk...

Senja dan Semesta

Senja  : Apa yang membuat manusia menyukaiku? Semesta: Mereka menyukaimu karna warna jinggamu Senja  : memangnya apa istimewa dari warna jinggaku? Semesta: Indah jinggamu memberi kehangatan pada jiwa-jiwa manusia yg melihatmu Senja  : kau tahu terkadang awan kelabu menutup jinggaku.   Semesta: Apapun yang menghalangi keindahanmu, kau tetaplah senja. Senja  : jika kelabu menghalangiku, apakah manusia akan tetap menyukaiku? Semesta: Meskipun kelabu menghalangi keindahanmu, Meskipun hujan badai menutupmu, percayalah dirimu tetap istimewa. Meskipun ada sebagian jiwa yang kecewa. Senja  : itu yang aku takutkan, apa yang harus aku perbuat jika mereka kecewa? Semesta: Tetaplah jadi dirimu, apapun yang menghalangimu dan mencoba menghancurkanmu, percayalah ada satu keistimewaanmu yang selalu dikagumi mereka. Kehangatan yang terpancar dari indahnya warna merah jinggamu. Warna merah jinggamu adalah ci...